Kamis, 30 Januari 2020

Team Yang Solid


Jalur distribusi sangatlah rentan terhadap pelayanan terhadap customer, setiap toko pasti menginginkan barang yang mereka beli cepat sampai. Ini merupakan salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan distributor. Karena efek dari keterlambatan dalam pengiriman barang ketoko sangatlah berbahaya, pengalaman penulis yaitu jika barang pesanan itu datang terlambat barang yang dibeli bisa dibatalkan.

Banyak faktor yang membuat pelayanan terhadap pembeli ini tidak sesuai harapan, faktor tersebut antara lain, bagian lapangan yang kurang cepat menyampaikan pesanan dari toko, banyaknya orderan masuk dari toko, kurangang tanggap bagian kantor dalam pembagian tugas.

Solusinya dari semua faktor diatas adalah harus terbentuknya team yang solid, dengan kerjasama yang baik antar sesama departemen kendala-kendala dilapangan maupun dikantor dapat diminimalkan. Dengan team yang solid ini dapat membentuk karakter yang saling melengkapi antar divisi, selain itu mereka sangat ketergantungan dengan yang lain. Selain itu kita harus memiliki alat bantu kerja, dengan alat bantu kerja ini dapat menjadikan pegangan jika terjadi masalah dapat dengan cepat mencari jalan keluarnya.

Masing-masing divisi harus sadar akan tugas dan tanggung jawabnya, jika lalai menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya maka team yang solid sangat susah akan terbentuk. Harus ada satu kordinator untuk menegahi masing-masing divisi ini, jika tidak masing-masing divisi ini akan jalan sendiri-sendiri tanpa kontrol yang jelas.

Team yang solid tanpa didukung dengan tanggung jawab, tidak akan berhasil, dan ini dampaknya sangat berpengaruh terhadap aset perusahaan.


Semoga Uraian singkat ini bermanfaat.


Rabu, 29 Januari 2020

Berkarya Tiada Henti

Dunia marketing tidak akan ada habisnya dengan kata inovasi tiada henti. Produk dalam dunia marketing setiap detik, menit, jam, hari berganti hari pasti ada perubahan dalam hal desain, nilai, maupun harga dari produk tersebut. Hal ini merupakan suatu strategi menaikkan level market, yang awalnya mungkin dari ritail ke level supermarkat. 
Distribusi produk dari tingkat retail banyak macamnya, namun dari sisi ciri khas, rasa, desain, ini mungkin ada beberpa yang memperhatikan hal ini. Tak ayal orang pernah berkata yang barang ini yang penting laku dipasaran. Hal ini sih sah-sah saja anggapan orang terhadap suatu barang, namun untuk jaminan masa yang akan datang dan kekuatan dari produk ini masih menjadi pertanyaan besar, apakah dapat bertahan hingga lama, atau cuma hitungan  tahun. 
 Masa ini dalam media masa tentunya menjadi saksi, raksasa dunia perdagangan banyak yang gulung tikar, mungkin salah satu akar masalahnya "Berkarya tiada henti", ini merupakan pendapat penulis saja, tidak dapat dijadikan rujukan juga dalam dunia marketing. Kuncinya adalah jika kita seorang pengusaha jangan sampai kita lelah untuk bereksperimen terhadap produk yang akan dijual, karena nilai riset pasar ini sangatlah tinggi ga main-main dalam menghabiskan cost tentunya.
Berkarya tidaklah mengenal waktu, setiap saat kita sebagai seorang pegusaha harus memiliki terobosan baru, sehingga memiliki ciri khas yang berbeda dengan pesaing-pesaing lainnya dalam dunia perdagangan. 
Yang paling penting adalah selalu mengaitkan segala sesuatu itu kepada  Allah, karena tanpa Ridho-Nya usaha kita tidak akan menjadi baik dan terus berkembang. Terus berdoa dan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan satrategi-strategi kita dalam dunia usaha.

Selasa, 28 Januari 2020

Tantangan dalam Bisnis "Strategi Marketing" 1






Sebagai seorang pengusaha kita harus melihat sebuah tantangan dalam berbisnis itu merupakan sesuatau yang harus dihadapi dan kita dapat melihat dari posisi yang bernilai positif saja. Sebab jika sebuah tantangan itu dilihat dari nilai yang negatif dapat berdampak buruk buat bisnis yang kita jalankan. Apa itu yang dimaksud tantangan, dalam dunia bisnis tentunya banyak sekali macam-macam tantangan, misalnya saja masalah marketing, masalah modal, produk , lawan usaha, dan masih banyak lagi macamnya.


Marketing, mislanya salah satunya, pada posisi ini poinnya ada pada cara penawaran barang terhadap agen, konsumen. Tolak ukur dalam tantangan ini adalah masalah bagaimana penyampaian kita terhadap pembeli produk kita. Apakah sudah sesuai dengan apa yang kita inginkan atau malah pembeli merasa terganggu dengan penawaran yang kita lakukan terhadap pembeli besar maupun eceran. Dalam dunia marketing banyak sekali cara-cara untuk melariskan atau menjual produk kita agar terlihat sangat menarik dimata pembeli. Tata cara yang harus dibangun adalah cara penyampaian kita, sikap kita, dan melihat kondisi toko atau calon pembeli kita, tidak dapat kita melakukan penawaran produk kita jika calon pembeli kita lagi sibuk atau dalam kondisi tempat pembeli kita lagi ramai dan terlihat sibuk. Hal ini dapat menjadi masalah yang sangat serius jika kita main menawarkan barang kita, tentunya pembeli kita tidak akan mendengarkan apa yang kita tawarkan dan bahkan bisa jadi kita bakal diusir oleh pembeli kita.

Solusinya kita harus dapat menganalisa kondisi pasar tentunya, misal terkait msalah waktu, kita harus mendapat melihat peluang ini dimana waktu-waktu senggang toko tersebut dan kita dapat memanfaatkan kondisi ini. Kita datang lebih awal mungkin ke toko agar kita dapat langsung bertemu dengan pemilik toko tersebut. Bisa juga kita bikin janji dengan pemilik toko, jadi pemilik toko dapat meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan kita.

Biasanya calon pembeli ini akan tertarik dengan dengan barang-barang promosi kita, ini juga merupakan salah satu senjata kita pada saat menawarkan produk kita.

Ini merupakan salah satu contoh tantangan bisnis yang dilihat dari segi strategi Marketing dan solusinya agar penjualan kita lebih meningkat lagi.


Semoga Bermanfaat..


Senin, 27 Januari 2020

Pencegahan Virus Menurut Islam







Dalam dekade masa ini media masa lagi buming dalam kaitannya Virus Corona. Virus ini konon sangat mematikan dan sudah menyebar dinegeri cina, khususnya daerah wuhan. korban yang mati akibat dari virus ini sudah melebihi 10 orang, dan daerah Wuhan china sudah disolasi oleh pihak otoritas setempat agar tidak ada yang keluar dan masuk dari dan keluar dari wilayah tersebut.


Bagaimana  islam memandang masalah ini ???

Virus pada zaman Nabi sebenarnya sudah ada, dan bagaimana pencegahannya pada saat zaman nabi

Rasulullah bersabda, "Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kelian meninggalkan tempat itu," (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

ini merupakan salah satu pencegahan yang diajarkan Nabi kepada kita untuk mencegah tersebarnya penyakit tersebut.

Semoga Artikel singkat ini bermanfaat.








Selasa, 21 Januari 2020

Produktif dan Inovatif







Seorang manusia memang dituntut untuk selalu produktif dalam hidupnya, tidak boleh berpangku tangan terhadap permasalahan yang pernah dihadapi. Boleh kita bersedih dikala mendapat ujian dalam hidup ini, namun kita harus Ridho akan hal tersebut, sehingga Allah pun memberi kita pahala dan ganti yang terbaik. 
Apalagi kaitannya dalam bidang wirausaha atau berdagang, naik turunnya omset merupakan hal yang sudah biasa dialami oleh seorang pengusaha, bahkan bukan hal asing lagi jikalau mengalami turunnya omset dalam usahanya. Maka diperlukan sebuah semangat juang yang tinggi untuk mengahadapi itu semua. 
Seorang Muslim yang taat tidak akan pantang menyerah dalam mengadapi ujian, kita dituntut untuk selalu produktif dan inovatif dalam berwirausaha. 

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الإِمَامُ العَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي المَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ، أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا  
فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ


Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; pemimpin yang adil, seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rabbnya, seorang laki-laki yang hatinya terpaut (rindu) dengan masjid, dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah; mereka tidak bertemu kecuali karena Allah dan berpisah karena Allah, seorang laki-laki yang diajak berbuat maksiat oleh seorang wanita kaya lagi cantik lalu dia berkata, ‘Aku takut kepada Allah’, dan seorang yang bersedekah dengan menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya, serta seorang laki-laki yang berdzikir kepada Allah dengan mengasingkan diri hingga kedua matanya basah karena menangis.” (HR. Bukhari 1/133 no. 660)

Dalam hadits ini disebutkan bahwa salah satu golongan orang yang akan diberikan naungan oleh Allah pada hari kiamat adalah orang yang hatinya rindu untuk kembali ke masjid. Ini merupakan isyarat bahwa orang tersebut sedang tidak berada di masjid dan dia sedang melakukan pekerjaan di luar masjid. Artinya adalah di sini Allah tidak selalu berbicara tentang orang-orang yang berada di masjid. Karena Islam adalah agama yang sempurna yang memehatikan segala aspek kehidupan. Secara normal seseorang tidak harus di masjid terus dan harus bekerja karena ada keluarga yang harus dia nafkahi. Sehingga Allah memuji orang-orang yang bekerja akan tetapi hatinya tidak lalai dari mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala.

Oleh karenanya bekerja adalah kebiasaan orang-orang salih dan juga bagi para nabi. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ، خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ، وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ، كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ


Tidaklah seseorang makan lebih baik dari makanan yang berasal dari kerjanya. Dan sesungguhnya Nabi Daud ‘alaihissalam makan dari hasil kerjanya sendiri.” (HR. Bukhari 3/57 no. 2072)
Jadi makanan yang terbaik adalah makanan yang didapatkan dari hasil jerih payah seseorang dalam bekerja, dan bukan hasil dari meminta-minta. Dan Nabi Daud ‘alaihissalam adalah orang yang makan dari hasi jerih payahnya. Ini adalah hal yang menakjubkan karena kita tahu bahwa Nabi Daud ‘alaihissalam adalah seorang nabi sekaligus seorang raja. Akan tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa Nabi Daud ‘alaihissalam pun juga bekerja. 

Dalam hadits lain dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ
Sungguh salah seorang dari kalian mengambil tali, lalu mencari kayu bakar untuk dipikul di atas punggungnya, itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada orang lain baik orang tersebut memberinya atau tidak.” (HR. Bukhari 3/114)

Hadits ini benar-benar isyarat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya seseorang harus berusaha untuk kerja sendiri. Lihatlah dalam hadits ini bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa seseorang lebih baik mencari kayu bakar lalu untuk dijualnya. Mungkin bagi kita ini adalah pekerjaan rendahan atau bahkan hina, akan tetapi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa hal itu lebih baik bagi seseorang meskipun pekerjaannya dipandang hina oleh kebanyakan orang daripada dia minta-minta. Ini merupakan motivasi syariat agar seseorang bisa produktif dan tidak menjadi tanggungan beban orang lain. Maka hendaknya seseorang bekerja dan memiliki penghasilan sendiri sehinga dia tidak minta-minta kepada orang lain.

Hadist diatas memberi isyarat kepada kita untuk selalu bekerja keras dan semangat dalam bekerja dari hasil jerih payah kita sendiri. Selain itu kita harus inovatif dalam memasarkan produk kita dalam berdagang jangan asal-asalan dalam berdagang, agar barang kita mempunyai nilai barang yang bernilai tinggi dan berkelas. Sehingga kita dapat memproyeksikan omset dan meminimalkan resiko yang dihadapi. 


Sumber Referensi: 

https://pengusahamuslim.com/6875-muslim-profesional-dan-kontributif.html#more-6875