Rabu, 24 April 2019

Pengusaha Siapa Takut??


Menjadi pengusaha memang diidam-idamkan banyak orang, selain kita dapat menagtur sendiri jenis usahanya, tempat maupun modal yang diperlukan. Ibaratnya menjadi seorang owner perusahaan yang tidak terikat dengan orang lain. Resiko dan keuntungannya pun kita sendiri yang dapat mengatur dan tentunya perjuangannya tidak lah mudah, naik turun omset pasti bakal dihadapi dan bukan keniscayaan.
Padahal Tuhan telah menerangkan bahwa rezeki itu 90% akan diberikan kepada pengusaha dan 10% kepada pegawai. Kita bisa melihat contoh sukses pengusaha di indonesia mulai dari Sandiago Uno, Ippho Santosa, Elang Gumilang, dan banyak pengusaha lainnya. Mereka tentu mengalami fase “jatuh bangun” mengejar kesuksesan. Beberapa pengusaha ada yang terlebih dahulu bekerja, tetapi karena mereka jenuh pada keadaan yang stagnan, mereka berhenti dan mulai menuju zona kebebasan.
Langkah – langkah Dari Karyawan Jadi Pengusaha
Ada langkah – langkah yang mereka tempuh agar bisa bertahan dalam fase jatuh. Berikut beberapa langkah-langkah untuk anda yang ingin bertansformasi dari karyawan jadi pengusaha
1. Persiapan mental dan niat yang benar
Ini adalah syarat paling penting untuk anda dari karyawan jadi pengusaha. Untuk keluar dari posisi karyawan saja sudah membutuhkan mental yang kuat. Karena dengan ini berarti melepas posisi dimana penghasilan menjadi pasti, pandangan positif keluarga dan teman menuju zona dimana penghasilan menjadi tidak pasti. Selain mental untuk menuju zona ketidakpastian, dibutuhkan juga mental untuk menjadi pengusaha. Dimana setiap pengusaha akan mengalami “fase jatuh bagun” yang harus dijemput selama menapaki jalan pengusaha. Di fase ini banyak pengusaha yang tidak kuat dan akhirnya menemui kebangkrutan. Mental yang kuat untuk menjadi pengusahan akan lebih ampuh bila diniatkan dengan benar. Niat untuk menjalankan semua karena ibadah. Niat untuk menjalaninya dijalan yang benar, tidak menempuh jalan yang kotor.
2. Persiapan modal
Persiapan modal menjadi syarat mutlak untuk melangkah dari karyawan jadi pengusaha. Pastikan anda memiliki modal terlebih dahulu sebelum mengajukan surat resign kepada atasan. Baik anda masih single atau sudah berkeluarga, modal tetap menjadi faktor penentu jalannya usaha. Bisa mencari investor dan bagi hasil, pinjam keluarga dan teman, dan pinjaman lunak lainnya. Bisa juga dengan menjual aset, baik itu tanah, rumah, ataupun barang2 kepemilikan pribadi. Usahakan tidak meminjam kepada rentenir karena bunga yang tinggi. Bunga yang tinggi juga bisa menyebabkan tersendatnya usaha berkembang diawal.
3. Siap bekerja lebih lama
Transformasi dari karyawan jadi pengusaha tentu saja membuat anda berusaha lagi memulai dari nol. Diawal memulai mungkin hampir seluruh waktu kita akan tersita untuk usaha. Baik itu lewat fikiran atau tindakan. Tetapi kita harus bisa me-manage waktu dengan baik. Belajar me-manage waktu adalah salah satu kunci. Bekerja lebih lama bukan berarti melupakan keluarga atau saudara. Kita juga harus bisa meluangkan waktu buat mereka.
4. Fokus dalam tujuan dan pantang menyerah
Dalam perjalan usaha kita akan sering mengalami hambatan. Baik itu sikap keluarga yang tidak proaktif ataupun lingkungan sekitar yang mencemooh. Hal ini yang sering menganggu berkembangnya usaha. Mental pun seringkali runtuh karena pendapat sekitar, apalagi saat usaha sedang jatuh. Disinilah kita harus terus bangkit dan semangat pantang menyerah. Usahakan diskusi dengan keluarga diawal usaha. Minta dukungan dari mereka. Selalu menjaga semangat dengan sharing ke sesama pengusahan terutama yang sudah berpengalaman adalah hal yang baik. Baca buku-buku motivasi bisnis para pengusaha sukses juga bisa menjadi penambah semangat. Terakhir kita harus yakin kalau rezeki kita sudah ada yang mengatur. Sehingga langkah kita menjemputnya terasa lebih ringan.

Daftar Pustaka
 


Sabtu, 22 Desember 2018

BISNIS YANG AMANAH & MENYENANGKAN




Bisnis merupakan sesuatu yang menyenangkan, karena dikerjakan dengan cara yang benar dan sesuai dengan syariat islam.
Islam adalah agama yang memiliki syariat yang lengkap dalam berbagai aspek kehidupan. Islam membuat segala urusan berjalan dengan berkah dan menjadi jalan untuk mendapat ridhoNya. Islam juga mengatur mengenai bisnis atau yang berhubungan dengan jalan untuk mendapatkan rezeki halal sebagaimana diketahui salah satu jalan rezeki yang paling luas adalah dengan berdagang yang mencakup bisnis dalam hal apapun yang penting di dalamnya terdapat barang barang dan dilakukan dengan cara yang halal.
Persaingan bisnis pun tidak dapat dihindari oleh para pelaku bisnis. Persaingan itu memang lumrah dihadapi dalam setiap perniagaan cuman caranya harus dilakukan dengan baik dan jangan sampai menciderai para pelaku bisnis yang lain.
Budaya jujur sangat diperlukan dalam persaingan bisnis, tidak perlu takut karena sikap jujur orang, bagi sebagian orang jujur merupakan kata yang sangat menakutkan bagi pedagang yang " tidak baik " dalam menjalankan usahanya. Mari kita rubah paradigma jujur ini menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan dan hasilnya pun menjadi berkah. 
 

Apa saja manfaat dari persaingan bisnis? berikut uraiannya
1. Menghadirkan motivasi tinggi bagi pelaku bisnis
Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa persaingan dapat disebabkan karena adanya kesalahan yang dapat dijadikan peluang bagi pelaku bisnis lain dengan menciptakan produk atau jasa yang lebih unggul. Tentunya hal ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk para pelaku bisnis. Mengingat kesalahan atau kekurangan dalam suatu produk pasti ada tetapi bagaimana pelaku bisnis tersebut tetap mempertahankan bisnis dari ketatnya persaingan itu membutuhkan motivasi tinggi. Mengapa? Persaingan bisnis yang ketat cenderung membuat kondisi yang tidak nyaman atau keras yang sering kali membuat para pelaku bisnis cenderung pesimis dengan keadaan. Padahal mereka belum tentu akan tergeser dengan produk yang baru asalkan adanya keinginan untuk selalu memperbaiki, dan membuat bagaimana produk tersebut tidak dapat disaingi seperti misalnya dengan terus menonjolkan sisi positif atau keunggulan yang menjadi ciri khas dan berbeda dari produk atau jasa lain. Hal tersebut tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi para konsumen yang berniat berpaling dan menggunakan produk atau jasa yang lain.
2. Membantu untuk keluar dari zona nyaman
Persaingan bisnis memiliki zona yang penuh dengan tantangan. Untuk itu, pelaku bisnis harus mau keluar dari zona nyaman yang selama ini telah dijalankan. Bukan meninggalkan semua yang telah dijalankan tetapi lebih pada memutar strategi kembali, dan mencoba hal baru. Hal tersebut tentunya menunjukkan sisi manfaat dari adanya persaingan dalam berbisnis karena pelaku bisnis akan keluar dari zona nyamannya dan mencoba untuk melakukan hal lain agar tidak tertinggal ditengah persaingan yang ketat.
3. Membantu meningkatkan kinerja berbisnis
Selain dapat memberikan motivasi yang tinggi dan membantu untuk keluar dari zona nyaman, dengan adanya persaingan bisnis secara otomatis juga dapat membantu meningkatkan kinerja berbisnis. Dari motivasi yang tinggi dalam menghadapi persaingan dan mempertahankan bisnisnya, dapat berpengaruh pada kinerja bisnis. Seperti misalnya, pelaku bisnis dapat lebih maksimal lagi dalam melakukan kegiatan promosi agar meningkatkan angka penjualan, dan melakukan strategi bisnis lainnya yang mampu meningkatkan dan mempertahankan bisnisnya. Mengingat adanya persaingan mendorong seseorang untuk melakukan hal yang lebih baik dari sebelumnya, dan hal ini juga berlaku pada saat menghadapi persaingan bisnis.
4. Menciptakan konsumen yang loyal
Mendapatkan konsumen yang loyal merupakan suatu hal yang patut dipertahankan. Dengan menghadapi persaingan berbisnis maka pelaku bisnis akan terdorong untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang ditawarkan, hingga kualitas pelayanan terhadap konsumen. Sehingga jika hal tersebut diterapkan, otomatis keloyalan konsumen akan didapatkan dan tentunya akan membuat para pesaing mengalami kesulitan untuk mencoba bersaing.
Dari beberapa informasi diatas, dapat dikatakan bahwa risiko bisnis tidak akan menjadi risiko yang berarti jika mampu diselesaikan dengan bijak dan cara yang tepat. Hal tersebut juga berlaku pada persaingan bisnis yang tidak hanya menghadirkan sisi negatif yang mengancam kondisi bisnis tetapi juga dapat memberikan berbagai manfaat yang berpengaruh pada kesuksesan bisnis


Daftar Pustaka: